Tim Asistensi Anak Berkebutuhan Khusus Dari Australia Kunjungi Sidoarjo

Posted: Maret 12, 2012 in Uncategorized

SIDOARJO (beritasidoarjo.com) Tim asistensi anak tuna rungu dari negeri kanguru, Australia mendatangi Sidoarjo, Rabu (23/11/2011) sebagai tindak lanjut dari kunjungan delegasi Jawa Timur (Jatim) pada tanggal 3 sampai 9 April 2011 lalu yang mana Kabupaten Sidoarjo termasuk salah satunya.

Tim Patricia O’Sullivan Humatarian Project Inc (POSH) yang dipimpin oleh Patricia Anderson itu ditemui oleh Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo MG.Hadi Sutjipto di pendopo kabupaten.

Mereka datang ke Kabupaten Sidoarjo untuk mencari dan menerima masukan terkait penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

“Kami sedang mencari masukan untuk membuat modul kurikulum terkait penangan ABK di Jatim. Serta nantinya akan dikirim 10 orang untuk mendapatkan training speech therapis dan audiologist di Australia tahun 2012 nanti,” kata Patricia.

Patricia datang ke Kabupaten Sidoarjo didampingi oleh rekan sejawatnya antara lain, Helen Goulis, Marie Kormedy, Josephine MJ Ratna dan Peter Kissick.

Mereka kemudian diajak oleh Wabup MG.Hadi Sutjipto beserta rombongan utnuk melihat ABK di Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Sidoarjo.

“SMPN 4 Sidoarjo memang ditunjuk sebagai sekolah inklusi yang menerima siswa ABK,” kata A.Adhim, ketua pengurus pendidikan inklusi di SMPN 4 Sidoarjo.

Ada 13 belas siswa ABK di SMPN 4 Sidoarjo yaitu kelas VII sebanyak 4 siswa ABK, kelas VIII sebanyak 5 siswa ABK serta kelas IX sebanyak 4 siswa ABK.

“Kami selalu memberikan dorongan dan kasih sayang kepada mereka agar bisa berbaur dengan siswa yang lainnya. Dan yang membuat kami terharu karena siswa yang bukan ABK dapat menerima mereka dengan baik tanpa membeda-bedakan,” tutur Adhim.

Selain ke SMPN 4 Sidoarjo rombongan Wabup dan POSH juga mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo untuk melihat poli tumbuh kembang yang fungsinya untuk memberikan terapi serta identifikasi sejak dini.

Menurut Kepala Bidang Perawatan RSUD Sidoarjo, Sri Wardoyoningsih, bahwa ABK bisa diketahui dan identifikasi pada saat anak berusia 3 bulan.

“Karena pada usia tiga bulan bayi sudah bisa mendengar, melihat serta merasakan sesuatu” ucapnya.

Semenjak poli tumbuh kembang itu didirikan sudah banyak melakukan terapi terhadap bayi ABK. (imams)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s